Laman

Belajar via Online Headline Animator

Senin, 20 Februari 2012

Kewirausahaan atau Entrepreneur

Di kesempatan ini penulis ingin berbagi informasi tentang pengertian kewirausaan atau bahasa kerennya entrepreneur. Sering disebut-sebut diberbagai seminar-seminar motivasi bagaimana menjadi seorang entrepreneur atau secara singkat penulis mendefinisikan seorang entrepreneur adalah seorang yang mampu menciptakan lapangan kerja sendiri yang mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya bahkan boleh jadi juga mampu menghidupi orang-orang di sekitarnya, untuk yang satu ini wajib diusahakan. Nah kini saatnya penulis berbagi apa kata orang-orang tenar tentang entrepreneur, silahkan pembaca melanjutkan membaca lebih jauh informasinya semoga bermanfaat, amiin.
Setiap orang memiliki potensi menjadi wirausahawan. Meskipun demikian ada kelompok-kelompok tertentu yang dapat cepat masuk dalam kegiatan kewirausahaan. Walaupun pemilik bisnis biasanya banyak mendapatkan keuntungan dan memperoleh banyak peluang, siapapun yang berencana memasuki dunia kewirausahaan harus menyadari potensi-potensi kekurangan jika ia tidak menghayati dirinya sebagai seorang wirausahawan sejati yang seharusnya memiliki kreatifitas yang tinggi dan tidak henti-hentinya berinovasi.

Para pemilik bisnis percaya bahwa bila mereka bekerja lebih keras, mereka akan menghasilkan banyak uang, dan akan lebih bahagia daripada bekerja di perusahaan besar. Para wirausahawan tidak berasal dari satu cetakan, tidak ada satu himpunan karakter pun yang dapat meramalkan siapa yang akan menjadi wirausahawan dan apakah mereka akan berhasil. Kemajemukan merupakan karakteristik sentral para wirausahawan, untuk itu responden mengumpulkan pendapat para ahli mengenai apa itu kewirausahaan dan wirausaha serta karakteristik-karakteristik yang harus mereka miliki pada paparan-paparan berikut ini.

Pada dasarnya kata “entrepeneur” berasal dari bahasa Perancis. Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris berarti “between taker” atau “go-between”. Pada paparan berikut ada beberapa pengertian “entrepeneur” berdasarkan para ahli adalah :
  • 17th century: Person bearing risk of profit (loss)in a fix price contract with government. Entrepeneur diartikan orang yang berani mengambil suatu resiko untuk mendapatkan suatu keuntungan (atau kerugian) dengan suatu harga tertentu yang tetap, dimana dalam hal ini interaksi yang dilakukan pada saat itu adalah terhadap pemerintah.
  • 1725 : Richard Cantillon – Person bearing risk in different from one suppling capital. Entrepeneur diartikan orang yang berani mengambil suatu risiko yang kemungkinan mendapatkan beberapa hasil yang berlainan bila yang bersangkutan menemukan suatu investasi.
  • 1797 : Beaudau – Person bearing risk, planning, supervising, organizing, and owning. Entrepeneur diartikan orang yang berani mengambil suatu resiko dengan melakukan suatu perencanaan, menjalankan, mengorganisasikannya serta mengkaitkan dirinya sebagai pemilik.
  • 1934 : Joshep Schumpeter – Entrepreneur is an innovator and develops untried technology. Entrepeneur diartikan orang yang inovatif dan mengembangkan suatu teknologi yang pada saat itu belum banyak bisa diterima oleh umum. Menurut Schumpeter, fungsi pengusaha bukan pencipta atau penemu kombinasi-kombinasi baru (kecuali kalau kebetulan), tetapi lebih merupakan pelaksana dari kombinasi-kombinasi kreatif. Pengusaha tersebut biasanya memiliki sikap yang khusus seperti sikap pedagang, pemilik industri, dan bentuk-bentuk usaha lainnya yang sejenis. Schumpeter mengemukakan dua tipe sikap dari dua subjek ekonomi, yaitu sikap pengusaha kecil biasa dan sikap pengusaha benar-benar. Sikap pengusaha yang benar-benarlah yang kemudian berkembang lebih cepat.
  • 1961 : David Mc Clleland – Entrepeneur is an energetic moderate risk taker. Enterpreneur diartikan orang yang banyak mengambil resiko yang telah diperhitungkan sebelumnya (bukan spekulatif).
  • 1964 : Peter Drucker – Entrepeneur maximizes opportunities. Entrepeneur diartikan orang yang memaksimalkan peluang yang ada atau yang didapat.
  • 1975 : Albert Saphero – Entrepeneur takes inisiatives, organizes some social and economic mechanism, and accepts risk of failure. Entrepeneur diartikan orang yang menagmbil inisiatif, mengorganisasikan dalam suatu kegiatan sosial ekonomi, serta berani menerima suatu resiko yang mungkin terjadi.
  • 1980 : Karl Vesper – Entrepeneur seen differently by economics, pyscologist, business persons, and politicians. Entrepeneur terlihat perbedaannya dari yang lain yaitu dari cara pandang secara ekonomi, psikologi, usaha yang dilakukan serta dari segi cara mengambil kebijakan.
  • 1985 : Robert Hisrich – Entrepeneur is the process of creating something different with value by devoting the necessary time and effort, assumming the accompanying finacial, psychological, and social risk and receiving the resulting reward of monetary and personal satisfaction. Entrepeneur adalah suatu proses penciptaan dari suatu yang berbeda dilihat nilai yang diciptakan yang terkait dengan waktu dan upaya dalam menciptakannya, biaya, aspek psikologi, dan resiko sosial serta penerimaan hasil dari monetari dan kepuasan pribadi.
  • Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:5) mengemukakan definisi wirausaha sebagai berikut: “An entrepeneur is one who create a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and assembling the necessary resources to capitalize on those oppotunities”.
  • Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola, dan berani menanggung risiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. “A person who organizes, manages, and assumes the risk of a business or entreprise is an entrepreneur. Entrepeneur is individual who risk financial, material, and human resources a new way to create a new business concept or opportunities within an existing firm”. Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:4), memandang kewirausahaan sebagai pengelola perusahaan kecil atau pelaksana perusahaan kecil. Menurutnya, “entrepeneur” is considered to have the same meaning as “small business owner-manager” or “small business operator”.
  • Pengertian wirausaha menurut Scarborough dan Zimmerer (1996:5) adalah:“An entrepeneur is the one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and assembling the necessary resources to capitalize on those opportunities”. Seorang wirausaha adalah seorang yang membuat sebuah bisnis baru untuk menghadapi resiko dan ketidakpastian demi tujuan menerima keuntungan dan pertumbuhan dengan mengidentifikasi kesempatan dan merakit sumber-sumber penting untuk dijadikan model pada kesempatan tersebut.
  • Pengertian wirausaha menurut Meredith (2000:5) adalah: “Enterpreneurs are individuals who have abilities to see and assess business opportunities; to acquire source needed to gain the profit and take a proper action to ascertaain success”. Para wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mendapatkan keuntungan dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses.
  • Menurut Sri Edi Swasono 1978:38), dalam konteks bisnis, wirausaha adalah pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausaha. Wirausaha adalah pionir dalam bisnis, inovator, penanggung risiko, yang mempunyai penglihatan/visi ke depan, dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha.
  • Pengertian wirausaha menurut Tarsis Tarmudji (1996:4), yaitu apabila wirausaha ditinjau dari etimologinya berasal dari kata “wira” dan “usaha”. Kata “wira” berarti teladan atau patut dicontoh, sedangkan “usaha” berarti kemauan keras memperoleh manfaat. Jadi, seorang wirausaha dapat diartikan sebagai berikut:”seorang yang berkemauan keras dalam melakukan tindakan yang bermanfaat dan patut menjadi teladan hidup”. Atau lebih sederhananya dapat dirumuskan sebagai berikut: “Seorang yang berkemauan keras dalam bisnis yang patut menjadi teladan hidup”. Untuk menjadi seorang wirausaha yang berhasil, seorang wirausaha harus mempunyai tekad dan kemauan yang keras untuk mencapai tujuan usahanya.
  • Pengertian wirausaha menurut Siagian (1996:4) adalah : “Pejuang yang gagah, luhur, berani, dan pantas menjadi teladan dalam bidang usaha yang mempunyai keberanian dalam mengambil resiko, keutamaan, kreatifitas dan keteladanan usaha atau perusahaan dengan berpijak pada kemauan dan kemampuan sendiri”.
  • Marzuki menyatakan, dalam konteks manajemen, pengertian entrepeneur adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber daya seperti finansial (money), bahan mentah (materials), dan tenaga kerja (labors), untuk menghasilkan suatu produk baru, bisnis baru, proses produksi, atau pengembangan organisasi usaha (Marzuki Usman, 1997:3). Entrepeneur adalah seseorangyang memiliki kombinasi unsur-unsur (elemen-elemen) internal yang meliputi kombinasi motivasi, visi, kominikasi, optimisme, dorongan semangat, kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha.
  • Prawirokusumo (1997:5) menyatakan wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup.
  • Pengertian wirausaha menurut Yuyun Wirasasmita (2000:1), bahwa : “Kegiatan wirausaha adalah menciptakan barang/jasa baru, proses produksi baru, organisasi (manajemen) baru, bahan baku baru, pasar baru. Hasil-hasil dari kegiatan wirausaha tersebut menciptakan nilai atau kemampulabaan bagi perusahaan.”
Informasi tentang kewirausahaan atau entrepreneur ini dikutip dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar